Mediakii.my.id -- Jika ingin move on atau berhijrah, tapi setengah-setengah kira-kira gimana ya jadinya? Semua orang juga bakal tahu hasilnya pun bakal setengah.
Ketika diri kita ingin memperbaiki dan meraih keberhasilan maka kita harus membulatkan tekad sebulat mungkin. Jika dalam hati kita ada suatu keraguan atau kemalasan saat action maka apa yang terjadi adalah sebuah kesia-siaan belaka. Kalian pasti pernah melihat di lingkungan masyarakat yang gak jauh-jauh dari tempat tinggal kalian seperti ini:
- Seorang laki-laki yang tadinya jauh sama Allah misalnya, nggak pernah nongol saat shalat Jum'at, tiba-tiba langsung berangkat Jum'atan paling awal. Enggak cuma itu, laki-laki itu rajin berjamaah dan sama sekali nggak pernah bolong. Sepertinya cahaya Hidayah datang kepadanya. Namun, dntah kenapa itu hanya sesaat. Laki-laki itu ngilang lagi dari Jum'atan. Tidak disangka kebaikannya sesingkat itu.
- Seorang wanita cantik yang tadinya kalau memakai pakaian seenaknya sendiri. Pakaiannya selalu seksi dan menonjolkan bagian yang seharusnya tertutupi, sehingga menggairahkan syahwat bagi kaum Adam yang memandang. Namun, tiba-tiba seperti ada cahaya yang datang kepadanya. Langsung berubah menjadi seorang yang tampak shalehah. Pakaiannya tertutup dari atas hingga bawah. Tampak di wajahnya cahaya keimanan. Kita takjub, terheran-heran, memujinya. Namun, entah kenapa hal itu hanya sesaat. Kemudian Ia kembali ke keadaan semula. Pakaian yang tadinya tertutup, hijab nya yang begitu memesona yang menambah cahaya keshalehannya, kini telah tersingkap. Wanita itu kini seperti dahulu, kembali mengumbar aurat. Tidak disangka, ternyata perubahannya sesingkat itu.
Saya rasa kalian pernah menemukan kasus yang kurang lebih hampir sama kayak gitu. Sungguh, hal kayak gitu hanyalah kesia-siaan belaka. Kira-kira kenapa ya hal itu bisa terjadi? Alasannya, mereka move on dan berhijrah cuma setengah-setengah. Bagaimana kalau hal seperti itu terjadi pada kita? Naudzubillaahi min dzalik, semoga tidak.
Ketika kita sudah bertekad untuk move on dan berhijrah haruslah bersungguh-sungguh tertanam dalam hati. Seandainya kita menyesal akan berbagai dosa lalu pada hari hari berikutnya kemudian ada keinginan melakukan hal yang sama maka saat itu juga kita harus menghentikannya.