Notification

×

Iklan

Iklan

Hari Kesehatan Mental Sedunia: Kesehatan Mental Sama Pentingnya dengan Kesehatan Jasmani

Monday | October 11, 2021 WIB Last Updated 2021-10-11T07:36:40Z


Mediakii.My.Id - Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day) yang pada tahun ini diperingati masih dalam situasi pandemi, menjadi momentum tepat untuk mengkampanyekan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik dalam hidup berdampingan dengan COVID-19.

Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati setiap tahun pada 10 Oktober. Tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengangkat tema "Mentalhealth care for all: let's make it a reality" atau "Perawatan kesehatan mental untuk semua: mari kita wujudkan.”

Pengertian kesehatan mental itu sendiri menurut WHO adalah keadaan sejahtera setiap individu, dalam mewujudkan potensi diri sendiri.

Secara global, pandemi COVID-19 berdampak besar tidak hanya pada kesehatan masyarakat secara umum, melainkan juga pada kesehatan mental. Beberapa kelompok, termasuktenaga kesehatan dan pekerja esensial lainnya, pelajar, orang yang tinggal sendiri, dan mereka yang memiliki permasalahan kesehatan mental sangat terpengaruh pandemi.

Pendiri KALBU (platform online untuk kesehatan mental masyarakat) Iman Hanggautomo menjelaskan, di Indonesia terdapat beberapa kelompok yang dinilai rentan terhadap dampak pandemi dari sisi kesehatan mental. Di antaranya, kelompok usia dini seperti anak dan remaja, kalangan pekerja terutama mereka yang kehilangan pekerjaan atau berkurang penghasilannya, serta orang tua dan pasangan yang diharuskan terlalu sering bersama karena adanya pembatasan kegiatan.

“Kesehatan mental sama pentingnya dengankesehatanfisik. Keluhan kesehatan mental bahkan dapat memicu munculnya masalah pada kesehatan fisik. Seperti halnya fisik yang sakit harus diobati, maka mental yang sakit juga harus mendapatkan penanganan dari para ahlinya. Misalnya, melalui konsultasi dan terapi,” tegas Iman.

Ia menambahkan, di Indonesia sekarang sudah tersedia banyak platform untuk melakukan konsultasi psikologis secara daring. Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

“Kita harus menghilangkan stigma negatif tentang konsultasi psikologis, bahwa masalah kesehatan mental bukanlah hal yang tabu. Oleh karena itu, edukasi pentingnya kesehatan mental juga harus ditingkatkan sejak dini, misalnya dengan menyisipkan pendidikan tersebut ke dalam pelajaran sekolah,” tutur Iman.

Efek pandemi terhadap peningkatan masalah kesehatan mental di Indonesia, menurut Iman, dapat terlihat dari jumlah konsultasi kepada psikolog. Ia menyebutnya, pada masa pandemi, jumlah konsultasi psikologis meningkat sekitar 3 kali lipat dari sebelumnya.

Menyadari pentingnya dukungan terhadap kesehatan mental masyarakat Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatantelah mengeluarkan Buku Panduantentang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2021. Di dalam buku panduan tersebut dijelaskan tujuan memperingati HKJS, yakni guna meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatanjiwa. Terlebih, di masa seperti sekarang ini, pandemi COVID-19 memberikan dampak besar bagi kesehatan jiwa masyarakat Indonesia dan dunia.