Notification

×

Iklan

Iklan

Ini Fondasi Membangun Personal Branding

Sunday | June 13, 2021 WIB Last Updated 2021-08-12T17:49:20Z
Mediakii.my.id -- Apakah Anda sedang membangun personal branding? Tidak? Apakah maksudnya "tidak paham"? Begini, teman. Semua orang, pada dasarnya sedang membangun personal brandingnya masing-masing. Sayangnya, masih banyak yang tidak ngeh kalau dia sebenarnya sedang membangun personal branding itu.

Indikator sederhananya begini, siapa di antara kita yang tidak punya akun media sosial? Bisa jadi yang tidak ada/belum punya adalah mereka para senior kita si baby boomers, yang umumnya sekarang sudah menikmati hidup di fase pensiunnya. Bahkan, banyak dari mereka pun yang sudah punya akun media sosial.

Pertanyaan selanjutnya, apa yang Anda isi dan upload di sosial media Anda setiap hari? Gambar masakan terbaru? gambar Anda sedang keliling luar negeri? gambar Anda sedang menginap di hotel bersama keluarga? gambar sedang berdonasi dan membantu orang lain? atau apa?

Sadarilah, semua yang sedang Anda lakukan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari personal branding yang sedang Anda bangun. Kali ini saya tidak akan membahas tentang kesesuaian antara Anda yang sedang "Anda bangun" dengan Anda yang "sesungguhnya" di dunia nyata (ini akan jadi bahasan tersendiri). Tapi saya akan membagikan sebuah pondasi yang harus Anda (dan saya atau kita) perkuat dalam membangun personal branding kita masing-masing.

Mari kita lihat lebih dekat apa fondasi yang harus kita miliki dalam membangun personal branding kita masing-masing.

Personal Proof

Fondasi pertama yang harus Anda bangun adalah personal proof yang dalam terjemahan bebasnya adalah bukti "kecakapan" pribadi Anda. Apa bukti Anda itu cakap secara pribadi. Itu yang harus Anda pikirkan.

Apa pengalaman Anda? Apa pendidikan Anda? apa skill dan kemampuan Anda? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya seputar pribadi yang ingin Anda ke depankan. Coba jawab dan uraikan personal proof Anda dengan elegan dan tanpa kesan terlalu menonjolkan.

Lalu? Pastikan apa yang Anda tampilkan, apakah sehari-hari atau di sosial media Anda atau dimanapun, sesuai dengan bukti pribadi Anda. Dari sana, orang mulai akan melirik dan melihat Anda sebagai pribadi yang seperti apa.

Social Proof

Fondasi kedua ini maksudnya adalah, coba tanyakan ke diri Anda, bagaimana orang lain menyuarakan tentang diri Anda? Bagaimana pengikut Anda di sosial media (misalnya) "menyuarakan" tentang pribadi Anda? bagaimana mereka mereferensikan Anda dalam suatu hal? Apa pekerjaan yang melibatkan banyak orang yang pernah berhasil Anda lakukan? Dan pertanyaan sejenis "sosial" lainnya.

Semua jawaban dari pertanyaan ini, akan semakin mempertegas eksistensi personal branding Anda di masyarakat atau di manapun. Kalau belum ada social proof bagaimana? Gampang. Mulailah. Lakukan hal-hal yang berkaitan dengan social proof, maka lambat laun fondasi ke dua ini akan terbentuk di diri Anda.

Association

Di mana Anda bergaul selama ini? Perkumpulan apa yang Anda ikuti selama ini? Organisasi apa yang Anda ikuti selama ini? semua hal ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk membangun personal branding Anda.

Semakin luas pergaulan Anda, semakin banyak kolega Anda, semakin bonafit klub dan organisasi Anda, tidak bisa dimungkiri akan cukup mendongkrak reputasi dan personal branding Anda.

Jadi, pastikan Anda bergabung atau berasosiasi dengan sesuatu yang memang sesuai dengan minat dan frekuensi Anda. Kalau tidak, jangan sungkan untuk "pamit" dari sebuah asosiasi atau perkumpulan/komunitas itu. Santai saja, hidup itu pilihan. Anda berhak memilih apa yang ingin Anda lakukan, termasuk dalam membangun personal branding Anda.

Bagaimana dengan Anda? sudah paham sekarang fondasi yang harus Anda lakukan dalam membangun personal branding? 0ingat, sebelum melakukan sesuatu itu harus ada ilmunya, agar tidak lelah melakukan hal yang itu-itu saja tanpa ada peningkatan.

Tapi perlu diingat baik-baik kalau sebaik-baik personal branding yang Anda bangun adalah samanya pribadi Anda dimanapun Anda berada. Kalau di sosial media baik, maka seharusnya juga begitu di kehidupan nyata dan begitu selanjutnya.