Notification

×

Iklan

Iklan

Megawati Minta Petunjuk Tuhan soal Penerus Jokowi

Monday | October 25, 2021 WIB Last Updated 2021-10-25T06:00:00Z


Mediakii.My.Id, Jakarta - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri masih merenungkan mencari penerus Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2024 Presidential Elite. ELITE PDIP, Junimart Girsang mengatakan Megawati bercermin karena tidak pernah bisa dikeluarkan dalam membuat keputusan.

Junimart awalnya menyinggung pemilihan kandidat presiden pada pemilihan 2014 dan 2019 juga didasarkan pada perenungan megawati dengan Tuhan. Menurutnya Megawati pada saat itu juga mendengarkan aspirasi dan suara orang-orang sebelum menetapkan pilihan.

"Seperti keputusan politik ibu Ketum tentang kandidat presiden dalam pemilu 2014 dan 2019 tidak dapat ditolak bahwa Ibu Ketum mengambil keputusan politik konkret setelah melihat, mendengar aspirasi dan suara rakyat, dan apa yang sangat penting yang dia rasakan Percakapan pribadinya dengan Tuhan, "kata Junimart ketika dihubungi pada hari Minggu (24/10/2021).

Junimart mengatakan Megawati adalah sosok yang tidak dapat didikte ketika membuat keputusan untuk kepentingan Indonesia. Karena itu, katanya, setiap keputusan harus bersumber dari refleksi dengan Tuhan.

"Sang ibu tidak dapat didikte dalam memutuskan sesuatu demi NKRI ini, dia memiliki sikapnya sendiri dan realistis. Suka mendengar dan detail bertanya. Intinya adalah bahwa dia ada di masing-masing keputusannya tetap dan konkret meminta instruksi Berdasarkan percakapan pribadinya dari Tuhan. Ibu ini suka tanaman, penghijauan dan merawatnya. Tanaman juga diundang untuk berbicara dengan teman-teman. Ya, ibu memang, "katanya.

Sejalan dengan Junimart, elit PDIP lain, Hendrawan Supratikno juga menjelaskan alasan Megawati merenungkan bukan karena itu bingung. Menurutnya kontemplasi yang dibuat oleh Megawati adalah proses yang masuk akal sebelum membuat keputusan penting.

"Perenungan dapat diartikan sebagai proses berpikir jernih dan matang. Proses pengurangan mencapai puncak akal dan hati nurani. Ini adalah proses yang masuk akal dalam pengambilan keputusan penting," katanya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini juga disebut perenungan Megawati yang menunjukkan PDIP tanpa terburu-buru untuk menentukan pilihan untuk pemilihan presiden 2024. Dia memastikan PDIP juga memiliki garansi untuk menyerahkan paslon itu sendiri.

"PDIP adalah satu-satunya pihak yang didasarkan pada ketentuan ambang presiden dapat mencalonkan Paslon itu sendiri. Dengan demikian tidak dalam posisi tergesa-gesa untuk mencalonkan, atau terengah-engah untuk meramaikan pertukaran sebelumnya," katanya.

Megawati Contemplation Pencarian untuk Pengganti Jokowi

Untuk dicatat, Megawati Soekarnoputri belum menentukan siapa kandidat presiden akan dilakukan oleh PDIP dalam pemilihan presiden 2024. Megawati masih merenungkan untuk mencari penerus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Masih merenung megawati tentang penerus Jokowi mengungkapkan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, di kantor PDIP DPP, Jakarta Pusat, Sabtu (23/10). Hasto berkata Megawati mendengar suara rakyat dan mengajukan banding atas instruksi Allah sebelum menentukan siapa kandidat presiden berasal dari PDIP.

"Urusan siapa yang akan menjadi presiden yang akan datang, partai tentu mengambil pertimbangan matang mendengarkan aspirasi orang-orang dan itulah aspirasi Megawati Soekarnoputri. Termasuk melakukan kontemplasi, tolong pandukan dari Allah yang Mahakuasa, terhadap sosok pemimpin yang benar-benar layak untuk melanjutkan kepemimpinan dari Bpk. Jokowi, "kata Hasto.

Hasto mengatakan Megawati memiliki banyak pertimbangan sebelum memberikan dukungan untuk kandidat presiden. Hal yang sama, lanjutnya, juga dilakukan oleh Megawati sebelum memberikan dukungan kepada Jokowi untuk maju dalam pemilihan presiden 2014 dan 2019.

Hasto kemudian berbicara tentang sejumlah nama kader potensial PDIP yang dapat dilakukan untuk pemilihan presiden 2024. Nama Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia Ketua Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ada di dalamnya.

"Partai terus menyiapkan penghapusan kader untuk kehadiran para pemimpin bagi bangsa dan negara termasuk Mbak Puan, ada Pak Ganjar Pranowo, dari pemerintah ada Mrs Risma maka ada Pak Anas dari Banyuwangi, ada Pada Pak Oli dan kalau dari jajaran internal partai yang tidak duduk di dalam pemerintahan, ada juga sosok seperti Mas Prananda Prabowo, Pak Ahmad Basarah, dan sebagainya," ujarnya.